Di dunia ini ada
dua tipe orang, yaitu: orang yang menghindari untuk menginsumsi micin atau
orang yang gak bisa makan tanpa micin. Kalian yang mana nih gaes? Kalo mimin
sih, pake atau tanpa micin yang penting kenyang, hehehe.
Sebagian orang
yang tergolong menghindari micin dalam masakannya pasti memiliki alasan
tertentu. Dan juga orang yang selalu menambahkan micin di setiap masakannya
pasti punya alasan sendiri.
Banyak orang
menganggap micin itu berbahaya. Jika berbahaya mengapa masih diperjual belikan
di pasaran sampai saat ini? dan fakta yang terkenal adalah Jepang sebagai
negara menggunakan micin di setiap masakannya. Lalu mengapa mereka sangat
cerdas?
Nah kali ini kita
akan bahas beberapa fakta tentang micin. Apa aja? Yuk disimak:
1.
MSG
akan memberikan manfaat jika dikonsumsi dengan wajar.
melansir berita bahwa rumah sakit
akan menggantikan garam dalam makanan mereka dengan monosodium glutamat.
Alasannya, MSG mengandung lebih sedikit natrium dibandingkan garam
dapur biasa, menjadikannya penyedap rasa yang lebih aman untuk pasien
pengidap hipertensi atau yang harus menghindari garam dalam dietnya.
2.
Micin
gak bikin bego, tuli, buta, atau kerusakan hati
Asumsi
tersebut muncul pertama kali sejak ada penelitian yang menggunakan tikus
sebagai bahan uji coba. Para expert menyuntikkan MSG kedalam makanan tikus
dengan perbandingan 20gram/ 100 gram makanan tikus. Lalu tikus tersebut
mengalami kebutaan. Sejak saat itulah banyak asumsi yang menyatakan bahwa
micin/ MSG adalah sesuatu yang berbahaya dan mampu membuat mata buta.
3.
Batas aman MSG adalah maksimal
6 gram per hari
Batas penggunaan
micin yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram/ hari, dilihat di masyarakat
Indonesia yang mengonsumsi micin tiap harinya kurang lebih 0.65 gram. Jumlah tersebut
sangatlah jauh dengan batas maksimal penggunaan micin.
Komentar
Posting Komentar