Bully sendiri
adalah bentuk
intimidasi atau penindasan dari satu individu atau kelompok yang lebih kuat. Bully
adalah sebuah keadaan dimana ingin menonjolkan sebuah rasa ‘hebat’ kepada kaum
lemah. Jadilah mereka memilih target kaum lemah untuk dijadikan sasaran.
Kasus bully ini memang menjadi kasus
terberat sepanjang sejarah. Belum ada orang maupun peraturan yang mampu
memberhentikan kasus pembully-an ini. pasti akan ada kasus yang terjadi di setiap
harinya di seluruh negara.
Nah, dampak yang akan timbul dari
pembully-an ini bukan hal yang main-main loh. Kasus ini memang memiliki dampak
yang sangat besar, khususnya untuk psikis seseorang. Nah, apa saja itu, kuy di
baca:
1. Depresi
Jelas.
Orang yang mengalami pembully-an akan mengalami depresi dan tigkat stress yang
meningkat. Ia akan berpikir bahwa ‘untuk apa aku dilahirkan ke dunia, jika
hanya untuk ini. pikiran itulah yang mampu membuat mereka merasa kehidupan
mereka benar-benar tidak bermakna. Padahal sebenarnya kehidupan setiap orang
itu memiliki ‘berliannya’ masing-masing. Hanya karena kasus bully, mereka jadi
menganggap bahwa hidup mereka tidak berarti. Oleh sebab itu, tingkat stres dan
depresi seseorang akan meningkat dan mampu membuat seseorang berumur lebih
pendek dari yang seharusnya.
2. Dampak bagi fisik
Percaya atau tidak namun faktanya
bullying bisa mempengaruhi kesehatan fisik dimasa yang akan datang. Dimana
kesehatan jangka panjang bisa terganggu dengan bullying. Seperti yang
didapatkan dari studi di The Conversation bahwa individu yang pernah menjadi
korban bullying memiliki tingkat protein dalam aliran darah (protein
C-reaktif/CRP) yang bisa berhubungan dengan melawan infeksi bahkan hingga
dewasa. Selain itu tubuh ini bisa melawan cedera, meskipun aneh namun
penelitian ini masih mengawang.
3. Tidak bahagia
Untuk
kasus bully bukanlah kasus yang main-main. Banyak dari mereka yang akhirnya
tidak memiliki kesempatan untuk bahagia dalam hidup mereka. Jika otak merasa
tidak bahagia, maka akan timbul beberapa gangguan kesehatan yang akan mereka
alami, terutama kesehatan psikologi mereka.
4. Obesitas
Nah,
penilitian ini menganggap adanya hubungan antara kasus pembully-an, tingkat
stress, dan obesitas. Biasanya mereka yang mengalami stress akan melakukan gaya
hidup yang tidak sehat. Seolah mereka tak peduli lagi dengan yang namanya
kesehatan diri mereka. Oleh sebab itulah megapa peniliti mengatakan adanya
keterkaitan antara bully, stress, dan obesitas.
5. Pilihan untuk bunuh diri
Ininih yang
paling serem. Ketika mereka merasa bahwa hidup mereka tak ada nilainya lagi,
mengapa mereka harus melanjutkan hidup? Kata mereka yang menjadi korban
pembully-an. Tingkat stres yang tinggi, mampu mendorong seseorang untuk memilih
jalan pintas, yaitu bunuh diri.
Tuh guys, tenyata dampak yang
dihasilkan dari kasus pembully-an. Kesehatan psikis seseorang memang penting
untuk menunjang kelangsungan hidup mereka. Jadi buat kalian yang ngerasa jadi
korban pembully-an, jangan pernah takut untuk melawan. Kalian punya teman
lainnya, atau orang tua sebagai pendukung kalian. Lalu buat kalian yang hanya
sekedar membaca artikel ini, jangan pernah sekali-kali untuk melakukan bully
terhadap orang lain.
Komentar
Posting Komentar