KEBIASAAN BEGADANG DAN DAMPAKNYA





          Hasil gambar untuk begadang                 Siapa sih dari kita yang gak pernah begadang? Entah begadang karena ngerjain tugas, nungguin chat dari si doi, ataupun sengaja begadang tanpa ada tujuannya. Hampir semua manusia pasti pernah begadang, kan?
            Beberapa orang memang senang untuk begadang. Begadang adalah keadaan dimana seseorang berjaga tidak tidur sampai larut malam. Manusia secara normal harus tidur minimal delapan jam sehari. Sedangkan untuk kasus begadang ini, jam tidurnya kurang dari enam jam.
            Di jaman produktif kini, banyak sekali pekerjaan yang menuntut manusia untuk bekerja ekstra dan sekaligus menuntut mereka untuk memiliki jam kerja lebih. Dengan begitu banyak orang yang memiliki gangguan tidur, dan memaksa mereka untuk begadang di setiap malam mereka.
            Nah, apa saja sih dampak buruk dari begadang itu? Apakah akan berbahaya bagi kesehatan atau tidak? Yuk kita bahas di bawah ini.
1.      Muka Pucat dan Mata Panda
Nah, mata panda nih musuh dari cewek-cewek biasanya, kata mereka sih bisa ngerusak penampilan gitu. Menurut penelitian dari Phil Gehrman, PhD, CBSM, yaitu Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia mengemukakan bahwa tidur kurang dari enam jam sehari menyebabkan tubuh lebih banyak melepaskan hormon stres dan kortisol. Kortisol dalam jumlah banyak akan berakibat memecah zat kolagen dan protein dalam kulit. Kurang tidur juga berakibat tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan, padahal hormon tersebut sangat dibutuhkan pada saat masa pertumbuhan. Hormon pertumbuhan hanya diproduksi pada saat tidur dalam keadaan tenang, nyaman dan lelap.
2.      Pola Makan Tidak Teratur
Kebanyakan dari orang yang begadang akan cenderung bangun siang, nah pastilah mereka akan melewati sarapan atau makan pagi. Padahal, sarapan adalah hal terpenting dalam kita menjalani hari-hari. Selain itu, kita juga pasti cenderung memilih makanan cepat saji dan tidak sehat, karena kebanyakan dari kita pasti membutuhkan makanan yang cepat dan ringan.
3.      Stress dan Depresi
Dikarenakan kurangnya jam tidur maka akan menjadi lebih uring-uringan dan mudah sekali marah. Oleh karena itu seiring menurunnya kadar hormon endorfin, maka semakin tinggi pula kesempatan untuk stress dan depresi pada seseorang.
4.      Resiko stroke
Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan bahwa kebiasaan kurang tidur akan menyebabkan penyakit stroke. Misalnya saja penelitian yang dilakukan oleh Warwick Medical School dalam publikasi European Heart Journal yang menyebutkan bahwa jika tidur kurang dari enam jam setiap hari, dapat meningkatkan serangan stroke yang dapat mengakibatkan kematian sebanyak lima belas persen. Dan untuk resiko serangan jantung sebesar lima puluh persen.
5.      Penuaan Dini
Karena kurangnya jam tidur, akan membuat seseorang terlihat nampak lebih tua dari umur yang seharusnya. Dikarenakan kondisi kulit yang memiliki kurang waktu untuk tidur akan banyak berdampak pada wajah. Yang pertama, wajah nampak lebih pucat, muncul mata panda, mata terlihat sayu, wajah kusam, dan lain sebagainya.



Komentar